^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2013-12-13 16:13:16 - Dosen JTO UNP Melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat di Solok Selatan <0> 2014-05-13 16:31:59 - Kemajuan SMKN 1 Solsel <0> 2014-05-17 16:43:44 - 63.500 Ha Hutan Solsel jadi Hutan Nagari <0> 2014-05-17 16:47:22 - Antisipasi Letusan Gunung Kerinci, Solsel Perlu Jalur Evakuasi <0> 2014-06-07 14:03:08 - Siswa Multimedia di terima di SNMPTN <0>
 

BERITA FOTO

Anda berada di: Depan > 63.500 Ha Hutan Solsel Jadi Hutan Nagari
63.500 Ha Hutan Solsel Jadi Hutan Nagari
Diposting pada: 2014-05-17 16:43:44 | Hits : 744 | Kategori: Umum
 

Padangaro, Sebanyak 63.500 hektare kawasan hutan lindung dan hutan produksi di Solok Selatan (Solsel) bakal disulap menjadi hutan berbasis nagari. Implementasi dan kompensasi pembiayaan pengelolaan maupun pemeliharaannya melalui dana hibah dari Norwegia, dana hibah tersebut akan direalisasikan pada tahun 2015.

Peningkatan areal kawasan hutan nagari di daerah seribu sungai itu merupakan penyempurnaan pusat studi percontohan hutan yang dilestarikan masyarakat. Untuk mengurangi emisi yang berasal dari aktivitas pengurangan areal hutan dan perusakan hutan. Yakni di Kenagrian Lubukgadang Timur Kecamatan Sangir, hutan RPC di Kecamatan Sangir Batang Hari.

Padanggantiang dan Padang Limausundai di Kecamatan Sangirjujuan, di Kecamatan Sungaipagu yakni di Nagari Kotobaru dan Pulakek, sedangkan di Kecamatan KPGD di Nagari Pasirtalang dan Pakanrabaa.

“63.500 hektare hutan bakal dikelola oleh masyarakat nagari. Ini untuk melestarikan hutan dan terjaga dari ancaman pembalakan liar,” jelas Tri Handoyo Gunardi kepala Dinas Kehutanan Solok Selatan, Senin (17/3).

Tri menyebutkan, khusus hutan produksi yang berbasis nagari, kayu, getah, rotan, bahan obat-obatan boleh dimanfaatkan masyarakat di nagari tersebut untuk kebutuhan hidup, namun harus dihijaukan kembali. Jika hutan lindung dijadikan hutan berbasis nagari, secara aturan kayu tidak boleh ditebang atau dimanfaatkan. Puluhan ribu hektare kawasan hutan yang akan disulap menjadi hutan nagari, lanjut Tri tergolong pada hutan produksi, hutan lindung dan hutan produksi terbatas.

“Hutan produksi boleh dimamfaatkan oleh warga di kenagarian, tapi kalau hutan lindung tidak dibenarkan secara aturan hukum,” sebutnya.

Tri Handoyo memaparkan, di Sumbar ada 8 Kabupaten/kota yang mendapatkan dana hibah dari Norwegia, yakni Solok Selatan, Solok, Sijunjung, Pasaman, Padangpariaman, Pasaman Barat, Kota Padang dan Pesisir Selatan. Masing-masing kabupaten sebanyak 50 hektare kawasan hutan yang bakal disulap menjadi hutan nagari. Juga telah tekan MoU dengan Direktur Rainforest Noway Mr Dag Haraide.

“Solsel agak istimewa sedikit dibandingkan kota/kabupaten lain di Sumbar maupun di Indonesia. Sebab, daerah ini ditunjuk sebagai pusat studi dan penelitian hutan percontohan dunia,” katanya

Sumber: Padang Ekspres

 

Posting Lainnya:

« Kembali

MUTIARA HADIST
Sifat Iri Yang Diperbolehkan :
Dari Ibnu Umar R.a. Berkata: Rasulullah Saw Bersabda, "Tidak Boleh Seseorang Iri Terhadap Orang Lain Kecuali Dalam Dua Hal Yaitu Seseorang Yang Diberi Pengertian Al Qur'an Lalu Ia Mempergunakannya Sebagai Pedoman Amalnya Siang-malam Dan Seseorang Yang Diberi Oleh Allah Kekayaan Harta Lalu Ia Membelanjakannya Siang-malam Untuk Segala Amal Kebaikan."