^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2013-12-13 16:13:16 - Dosen JTO UNP Melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat di Solok Selatan <0> 2014-05-13 16:31:59 - Kemajuan SMKN 1 Solsel <0> 2014-05-17 16:43:44 - 63.500 Ha Hutan Solsel jadi Hutan Nagari <0> 2014-05-17 16:47:22 - Antisipasi Letusan Gunung Kerinci, Solsel Perlu Jalur Evakuasi <0> 2014-06-07 14:03:08 - Siswa Multimedia di terima di SNMPTN <0>
 

BERITA FOTO

Anda berada di: Depan > Pemkab Solok Selatan Bina 60 Pekerja Anak
Pemkab Solok Selatan Bina 60 Pekerja Anak
Diposting pada: 2015-07-02 18:16:25 | Hits : 328 | Kategori: Umum
 
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) akan memberikan pembinaan terhadap 60 pekerja anak supaya mereka bisa kembali bersekolah agar masa depannya lebih baik. "Kita punya program Pengurangan Pekerja Anak (PPA) untuk menyukseskan program keluarga harapan (PKH) dan tahun ini kita mendapat jatah dari pusat untuk membina anak yang bekerja informal sebanyak 60 orang," kata Kepala Seksi Pengawasan Hubungan Industrial dan Penyidik Ketenagakerjaan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Solok Selatan, Nurasidin Panggabean, di Padang Aro, Kamis. Dia mengatakan, 60 anak tersebut akan dibina melalui pra sekolah untuk mengubah pola pikir mereka supaya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih baik lagi. Sekarang ini imbuhnya, pihaknya sedang mempersiapkan rekomendasi untuk Dinas Pendidikan setempat untuk melakukan kerja sama. Solok Selatan sendiri kata dia, mengusulkan pengurangan pekerja anak kepada pemerintah pusat dan setelah mereka melakukan evaluasi maka disetujui 60 orang tahun ini. Dia menyebutkan, dari 60 orang yang dibina saat ini rata-rata hanya bersekolah sampai tamat sekolah dasar. Ia mengimbau, supaya orang tua tidak mempekerjakan anak di bawah umur karena akan mengganggu tumbuh kembangnya. "60 anak yang akan kita bina ini sudah didata dan mereka memiliki kemampuan untuk melanjutkan sekolah tetapi terkendala biaya, maka melalui program ini mereka akan dibiayai hingga tamat SMA," jelasnya. Terkait hal itu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat Khamislihat mengatakan untuk mengurangi pekerja anak ini pemerintah daerah harus turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan dan melihat kondisi anak tersebut. "Pemerintah daerah harus melihat kehidupan anak yang bekerja tersebut apakah jika ia tidak bekerja tidak akan berpengaruh terhadap kehidupan keluarganya," kata dia. Dia mengatakan, terkadang ada anak di bawah umur merupakan tulang punggung keluarga dalam kehidupan sehari-hari dan jika berhenti bekerja maka keluarganya tidak tahu akan makan apa. Oleh sebab itu tinjauan langsung ke lapangan harus dilakukan dan jika anak tersebut tidak bisa berhenti bekerja maka harus diberikan solusi lebih baik. "Kita mendukung penuh program pemerintah yang bersifat pro rakyat, tetapi mereka juga harus bekerja maksimal dengan program tersebut supaya tidak mubazir," tambahnya. sumber:antara sumbar.

 

Posting Lainnya:

« Kembali

MUTIARA HADIST
Apakah Ini Sering Terjadi Pada Anda? :
Dari Abu Hurairah R.a. Berkata: Rasulullah Saw Bersabda, "Apabila Telah Diserukan Adzan Untuk Shalat Maka Berlari Mundurlah Setan Sambil Terkentut-kentut, Hingga Tidak Terdengar Olehnya Suara Adzan Itu. Apabila Adzan Telah Selesai, Ia Pun Datang Kembali. Kemudian Ia Mengganggu Hati Orang Yang Shalat, Seraya Berkata, 'Ingatlah Ini Dan Ingatlah Itu.' Padahal Yang Demikian Itu Tidak Pernah Diingatnya Sebelum Shalat. Sehingga Orang Yang Shalat Itu Tidak Tahu Lagi, Sudah Berapa Rakaatkah Shalat Yang Dikerjakannya Itu."