^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2013-12-13 16:13:16 - Dosen JTO UNP Melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat di Solok Selatan <0> 2014-05-13 16:31:59 - Kemajuan SMKN 1 Solsel <0> 2014-05-17 16:43:44 - 63.500 Ha Hutan Solsel jadi Hutan Nagari <0> 2014-05-17 16:47:22 - Antisipasi Letusan Gunung Kerinci, Solsel Perlu Jalur Evakuasi <0> 2014-06-07 14:03:08 - Siswa Multimedia di terima di SNMPTN <0>
 

BERITA FOTO

Anda berada di: Depan > Komputer Generasi Pertama
Komputer Generasi Pertama
Diposting pada: 2014-06-12 23:58:59 | Hits : 1164 | Kategori: Teknologi Informasi
 

Pengertian komputer

Oleh: Ahmad Chodori

Pada awalnya komputer memiliki pengertian orang yang melakukan perhitungan aritmetika dengan alat bantu atau tanpa alat bantu.

Kemudian pengertian komputer itu berubah menjadi alat bantu untuk menghitung. Alat bantu menghitung (kalkulator) dapat berbentuk kalkulator mekanik (abakus/sampoa) dan kalkulator elektronik. Dalam perkemangannya kalkulator elektronik tidak hanya untuk perhitungan aritmetika, tapi telah menjadi multifungsi. Yaitu alat yang digunakan sebagai pengolah data menurut perintah yang telah dirumuskan. Pengertian inilah yang sekarang dikenal dengan istilah Komputer.

Pengertian yang sesuai untuk komputer adalah alat yang digunakan untuk “memproses informasi” atau “sistem pengolah informasi”.

Secara lebih luas komputer didefinisikan sebagai suatu peralatan yang terdiri dari beberapa komponen yang membentuk suatu sistem untuk mengolah dan menghasilkan informasi berdasarkan program dan data yang ada. Komponen kopmputer itu terdiri dari: CPU, layar monitor, keyboard, mouse dan periferal lainnya.

Kapan dan Bagaimana komputer itu dibuat pertama kali?

Silahkan baca selengkapnya disini 

 

Posting Lainnya:

KOMENTAR

« Kembali

MUTIARA HADIST
Para Dukun Mendapat Informasi Dari Jin :
"Telah Mengabarkan Kepada Kami Ali Bin Abdillah Dari Hisyam Bin Yusuf Dari Ma'mar Dari Az-Zuhri Dari Urwah Bin Zubeir Dari Aisyah R.a. Berkata, "Orang-orang Bertanya Kepada Rasulullah SAW Tentang Para Dukun," Beliau Bersabda, "Tidak Ada Apa-apanya." Para Sahabat Bertanya, "Wahai Rasulullah, Mereka Kadang-kadang Bisa Menceritakan Sesuatu Yang Benar Kepada Kami. Maka Rasulullah SAW Bersabda, "Kalimat Tersebut Berasal Dari Kebenaran Yang Dicuri Oleh Jin, Kemudian Dibisikkan Ke Telinga Para Walinya (dukun). Maka Para Dukun Tersebut Mencampurkan Kalimat Yang Benar Tersebut Dengan Seratus Kedustaan."